Update Firmware

Firmware ada di antara hardware dan software. Firmware merupakan sofware yang disimpa pada memori non-volatile di dalam PC. Contoh firmware adalah BIOS sistem. Namun, BIOS bukanlah satu-satunya firmware yang terdapat pada sistem anda. Hampir semua perangkat, seperti video card, sound card, network card, RAID controller, harddisk, dan optical drive, mempunyai firmware sendiri.

Sebaiknya anda pantau terus update BIOS motherboard dan firmware lainnya, tetapi hati-hati dalam memilih update yang hendak digunakan. Sekali lagi: jika tidak rusak, jangan diperbaiki. Namun, terkadang keputusan itu tergantung pada umur dari perangkatnya. Perangkat yang baru dirilis biasanya mempunyai beberapa update di awal siklus peredarannya. Seiring dengan waktu, update firmware mulai sedikit berkurang, dancenderung hanya bersifat perbaikan minor atau penambahan fitur.

Namun, CD/DVD burner masuk dalam pengecualian. Firmware pada CD/DVD burner mempunyai teknik penulisan yang memungkinkan drive teknik penulisan maksimum ke berbagai jenis media. Ketika ada jenis media baru yang diperkenalkan, pabrikan optical drive meng-update firmware  mereka untuk mendukung media tersebut. Kadang disarankan supaya anda untuk meng-update firmware CD/DVD burner anda setiap kali ada media baru.

Sumber : PC Media

Tips Update Firmware

Terkadang mengatasi masalah update firmware tidak sesulit yang kita kira. Jika anda meng-update firmware DVD writer misalnya, dan drive anda kemudian berhenti bekerja, anda bisa meng-update lagi dengan menggunakan firmware lama dan kembali ke keadaan semula.

Namun, lain lagi ceritanya jika anda meng-update BIOS motherboard. Jika proses update BIOS gagal , motherboard anda bisa jadi rusak atau tidak berfungsi lagi, sehingga harus diperbaiki ke pabrikan. Taukah anda penyebab yang biasanya menggagalkan update BIOS anda?? Jawabannya adalah mati listrik ditengah proses update. Oleh karena itu, jika anda tinggal di daerah yang listriknya sering “byarr-pet” maka disarankan anda menghubungkan CPU anda dengan UPS, agar meminimalisasi kegagalan update BIOS motherboard anda.

Pabrikan motherboard mempunyai cara untuk menghindari hal itu. Yaitu dengan cara memasukan dua BIOS kedalam satu motherboard (teknologi Dual BIOS). Jika BIOS utama rusak akibat gagalnya proses update, anda masih bisa menggunakan BIOS backup dan kemudian me-recover BIOS utama. Lain lagi dengan cara Intel, motherboard buatan Intel punya sedikit cara berbeda. Jika proses update BIOS anda gagal, anda tinggal mengeset jumper ke posisi BIOS recovery. Meskipun proses update gagal, BIOS masih bisa boot dari floopy drive. Anda tinggal meng-copy file BIOS ke disket, mengeset jumper ke posisi recovery, reboot system, dan update BIOS. Maka BIOS motherboard anda sudah kembali bekerja seperti semula.

Author : IyoZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: